Isolas Senyawa Bioaktif 3

 Link youtube pertemuan ke-3. " Jenis dan metodologi ekstrak dan berbagai ekstrak atau ektraksi, parameter mutu ekstrak dan penyimpanan ekstrak "

Suatu simplisia dikatakan bermutu jika memenuhi persyaratan mutu yang tertera dalam monografi simplisia, antara lain susut pengeringan, kadar abu total, kadar abu tidak larut asam, kadar sari larut air, kadar sari larut etanol dan kandungan kimia simplisia.

https://youtu.be/1rQta35xrU4


Komentar

  1. Apa yang terjadi jika simplisia yang kita pakai tidak sesuai dengan syarat baku yang telah saudari paparkan tadi?

    BalasHapus
  2. Mengapa simplisia harus benar-benar bebas dari kontaminasi luar, seperti yang sudah saudari jelaskan simpliasia harus bebas dari serangga?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Simplisia harus bebas dari fragmen hewan atau kotoran hewan, dan serangga. Biar suatu senyawa itu bisa diekstrak dengan baik, karena tidak ada kotoran yang menempel di suatu senyawa tersebut

      Hapus
  3. Saudari telah menjelaskan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi ekstrak ada faktor biologi dan faktor kimia, dan di faktor kimia saudari menjelaskan bahwa senyawa kimia dalam suatu ekstrak terbagi menjadi beberapa bagian, contohnya senyawa kontaminasi. Nah, bisa saudari jelaskan senyawa kontaminasi itu apa saja dan mengapa dalam suatu ekstrak ada senyawa kontaminasi tersebut?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kontaminasi adalah keberadaan suatu konstituen, ketidakmurnian, atau elemen lain yang dapat merusak, mengganggu, menginfeksi, atau membuat tidak layaknya suatu material, objek fisis, lingkungan hidup, tempat kerja, dan lain-lain.
      Secara umum ada tiga kontaminasi, yaitu kontaminasi biologis, kimia, dan kontaminasi fisik.

      1. Kontaminasi Biologis
      beberapa penyebab kontaminasi biologis atau mikrobiologis adalah parasit (protozoa dan cacing), virus, bakteri patogen, yang dapat menyebabkan keracunan dan infeksi pada manusia.
      2. Kontaminasi Kimia
      bahan kimia yang dapat menimbulkan intoksikasi pada manusia. Beberapa bahan kimia penyebab keracunan diantaranya antibiotika, residu pestisida, dan cemaran kimia industri.
      3. Kontaminasi Fisik
      pencemaran yang sifatnya fisik, misalnya batu, debu, rambut, logam, potongan kayu, kuku, atau bahkan peralatan memasak yang digunakan. Kontaminasi fisik tidak selalu mengakibatkan penyakit, namun tetap berbahaya dan menganggu kesehatan manusia.
      Kontaminasi atau pencemaran adalah masuknya zat asing kedalam
      makanan yang tidak dikehendaki atau diinginkan. Kontaminasi
      dikelompokkan menjadi 4 yaitu :
      (a) pencemaran mikroba seperti
      bakteri, jamur, dan cendawan.
      (b) pencemaran fisik seperti rambut, debu tanah,
      serangga, dan kotoran lainnya.
      (c) . pencemaran kimia seperti pupuk,
      pestisida, mercury, cadmium, dan arsen.
      (d) pencemaran radioaktif seperti
      radiasi, sinar alfa, sinar gamma dan sebagainya.
      Dan disini
      ada 2 contoh yang menyebabkan terjadinya kontaminasi pada makanan
      yaitu:
      a. Kontaminasi langsung
      Kontaminasi langsung pada makanan dapat terjadi karena adanya
      kontak langsung makanan dengan lingkungannya. Sumber kontaminasi
      dapat berupa bahan kimia dan biologi seperti bakteri yang terkandung
      dalam udara, tanah, dan air.
      b. Kontaminasi silang
      Kontaminasi silang merupakan perpindahan mikroorganisme ke
      makanan melalui suatu media.

      Hapus

Posting Komentar