Kimia Medisinal_6

 Link youtube_pertemuan ke-6. " Hubungan struktur dan sifat fisika kimia dengan aktivitas biologis suatu turunan obat "

Sifat-sifat fisika kimia merupakan dasar yang sangat penting untuk menjelaskan aktifitas biologis obat, oleh karena itu Sifat kimia fisika memegang peranan penting dalam pengangkutan obat untuk mencapai reseptor. Hanya obat yang mempunyai struktur dengan kekhasan tinggi saja yang dapat berinteraksi dengan reseptor biologi. Hubungan Struktur, Sifat Kimia Fisika dengan proses absorpsi, distribusi dan ekstraksi obat.

https://youtu.be/o4bBavHzU64

Komentar

  1. Pada hubungan pH dengan aktivitas biologis bila PH dinaikkan aktivitasnya akan turun sampai PH 10 pada pH di atas 10 aktivitasnya akan meningkat lagi nah mengapa hal tersebut dapat terjadi?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Karena fenol teroksidasi menjadi bentuk kuinon yang memiliki efek antibakteri yang besar

      Hapus
  2. Tadi dijelaskan bahwa ada beberapa obat yang aktif dalam bentuk tidak terionisasi. lalu apa contohnya dari obat yang aktif dalam bentuk tidak terionisasi tersebut?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebagian besar obat bersifat elektrolit lemah ( asam lemah atau basa lema ) bentuk tidak terion memberikan efek biologis site of action pada membran sel atau didalam sel fenobarbital, bersifat asam lemah, bentuk tidak terionnya dapat menebus dan menghasilkan efek penekan penafasan. Contoh nya sulfonamida menebus membran biologis dalam bentuk tidak terion, setelah mencapai reseptor yang bekerja adalah bentuk ion dan turunan akridin dan amonium kuarterner.

      Hapus
  3. Dijelaskan pada kadar tinggi surfaktan menyebabkan partisi obat ke dalam fasa air dan Michel, obat yang berada dalam pasar Michelle dia sukar menembus membran lalu bagaimana mekanisme dari obat yang berada dalam fase Michelle ini sehingga dia sukar menembus membran?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Miselisasi dapat berupa
      pembentukan kompleks yang dapat menghambat penyerapan senyawa tertentu.
      Misel tidak dapat melintasi pori-pori membran biologi, namun misel dapat
      menembus membran secara difusi pasif, karena adanya karakter polar. Dengan
      demikian zat aktif yang bermisel tidak secara langsung tersedia dalam darah. Surfaktan dengan aktivitas ringan diabsorbsi 1 lapis pada permukaan membran sel bakteri sehingga menghalangi absorbsi bahan -bahan yang dibutuhkan oleh sel, dan kuat dapat mengubah struktur dan fungsi membran, menyebabkan denaturasi protein membran sel bakteri lisis sel. Karena dapat menyebabkan ketidak teraturan oleh membran sel, umum nya tidak digunakan secara in Vivo dan biasanya untuk pemakaian lokal atau sterilisasi alat.

      Hapus

Posting Komentar